FootPrints
May 7, 2008 by cahkaraeng
Suatu malam aku bermimpi,
Berjalan-jalan di sepanjang pantai bersama Tuhanku.
Melintas di langit gelap babak-babak hidupku.
Pada setiap babak, aku melihat dua pasang kaki, yang sepasang milikku dan yang lainnya milik Tuhanku.
Ketika babak terakhir terkilas di hadapanku, aku menengok jejak-jejak kaki di atas pasir dan betapa terkejutnya diriku.
Kulihat bahwa acapkali di sepanjang hidupku hanya ada sepasang jejak kaki.
Aku sadar bahwa ini terjadi justru saat hidupku berada pada saat yang paling menyedihkan.
Hal ini selalu menggangguku, dan akupun bertanya kepada Tuhan tentang duniaku ini.
“Tuhan, ketika aku mengambil keputusan untuk mengikuti-Mu, Engkau berjanji akan selalu berjalan dan bercakp-cakap denganku di sepanjang hidupku.
Namun ternyata dalam masa yag paling sulit dalam hidupku, hanya ada sepasang jejak kaki.
Aku benar-benar tidak mengerti, mengapa ketika aku sangat membutuhkan-Mu Engkau meninggalkan aku.”
Ia menjawab dengan lembut, “Anak-Ku, Aku sangat mengasihimu dan tidak akan pernah membiarkanmu, terutama sekali ketika pencobaan dan ujian dating.
Apabila engkau melihat hanya ada sepasang jejak kaki, itu karena engkau berada dalam gendonganku.”


